Implementasi Terapi Modalitas Relaksasi Otot Progresif Dan Mengukur Tekanan Darah Serta Berkebun Kendali Hipertensi Di Desa Kalasey I & 2 Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.47718/bunaken.v3i2.50Kata Kunci:
Lansia,, Hipertensi,, Berkebun,, Relaksasi Otot ProgresiveAbstrak
Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi pembuluh darah, yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada lanjut usia. Kegiatan pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan perubahan tekanan darah yang bermakna antara pemeriksaan awal dan pemeriksaan lanjutan. Pada pemeriksaan awal, proporsi tekanan darah normal sebesar 40% meningkat menjadi 63% pada pemeriksaan kedua. Sementara itu, kategori prehipertensi menurun dari 31% menjadi 17% dan hipertensi menurun dari 29% menjadi 20%, yang mengindikasikan perbaikan kondisi tekanan darah setelah intervensi. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, petugas, dan lansia melalui penerapan relaksasi otot progresif, pola hidup sehat, dan terapi berkebun sebagai upaya pengendalian tekanan darah. Metode kegiatan meliputi pelatihan pengukuran tekanan darah, edukasi kesehatan, penggunaan kartu monitoring, pembentukan kelompok kendali hipertensi, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung layanan Posbindu. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kalasey I dan II, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa pada Agustus–September 2025, dengan target peningkatan kendali hipertensi dan pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Komunitas Kesehatan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


