EDUKASI DAN SKRINING SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN SINDROM METABOLIK PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI DESA TALAWAAN, KECAMATAN TALAWAAN, MINAHASA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.47718/bunaken.v4i1.82Kata Kunci:
diabetes mellitus,edukasi, lansia, sindrom metabolic, skrining kesehatanAbstrak
Penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus dan sindrom metabolik masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara dengan prevalensi yang relatif tinggi. Kelompok lansia dengan diabetes mellitus merupakan kelompok yang rentan mengalami sindrom metabolik, yang ditandai dengan adanya kombinasi faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dislipidemia, dan hiperglikemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan lansia dalam mendeteksi dan mengendalikan faktor risiko tersebut melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Talawaan dengan melibatkan 49 responden. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, kolesterol, serta pengukuran indeks massa tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki faktor risiko sindrom metabolik, yaitu 41% mengalami hipertensi, 92% memiliki indeks massa tubuh abnormal, 49% memiliki kadar kolesterol tinggi, serta 82% berada dalam kondisi prediabetes atau diabetes mellitus. Estimasi menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden berisiko mengalami sindrom metabolik. Temuan ini menggambarkan tingginya beban risiko kardiometabolik pada masyarakat sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Komunitas Kesehatan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


