FORMATION OF AN ELDERLY HEALTHY VILLAGE FOR NON-COMMUNICABLE DISEASE CONTROL THROUGH INTERPROFESSIONAL EDUCATION AND COLLABORATION EMPOWERING COMMUNITIES
DOI:
https://doi.org/10.47718/juiperdo.v14i1.112Kata Kunci:
desa sehat lansia,, penyakit tidak menular,, IPE,, IPC,, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Penyakit tidak menular (PTM), termasuk hipertensi, diabetes melitus, hiperurisemia, dan obesitas, masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat pada kelompok lanjut usia sehingga memerlukan strategi pencegahan dan pengendalian yang berkelanjutan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membentuk Desa Sehat Lansia melalui penerapan Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Collaboration (IPC) dengan memperkuat kapasitas kader kesehatan dan tenaga kesehatan di Desa Kalasey II, Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan, pelatihan kader, edukasi kesehatan, skrining PTM, pembentukan organisasi Desa Sehat Lansia, dan evaluasi program. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–September 2024 dengan melibatkan 35 lansia. Hasil menunjukkan peningkatan luaran kesehatan, ditandai dengan meningkatnya proporsi peserta yang memiliki tekanan darah normal dari 40% menjadi 63%, kadar glukosa darah normal dari 77% menjadi 80%, serta penurunan prevalensi diabetes dari 9% menjadi 6%. Pembentukan organisasi Desa Sehat Lansia berhasil memperkuat partisipasi masyarakat dan kolaborasi interprofesional, sehingga menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berpotensi direplikasi untuk mendukung pencegahan dan pengendalian PTM secara berkelanjutan pada populasi lansia.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Perawat Manado

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


