The Relationship Between Lifestyle and Hypertension in Pre-Elderly Individuals
DOI:
https://doi.org/10.47718/juiperdo.v13i2.23Kata Kunci:
Gaya hidup, Hipertensi, Pra lansiaAbstrak
Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai “The Silent Killer” karena sering kali tidak menimbulkan keluhan hingga terjadi komplikasi. Usia pra lansia (45–59 tahun) merupakan kelompok yang rentan terhadap hipertensi, terutama akibat gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia pra lansia di Posbindu Anggur wilayah kerja Puskesmas Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden usia 45–59 tahun yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, tensimeter aneroid, dan stetoskop. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat menggunakan Pearson Product Moment. Hasil: Sebagian besar responden (74,0%) memiliki gaya hidup tidak sehat, dan 56,3% di antaranya mengalami hipertensi. Namun, hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ = 0,483 yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia pra lansia di wilayah tersebut. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia pra lansia di Posbindu Anggur wilayah kerja Puskesmas Rawa Mekar Jaya. Hasil ini menjadi masukan bagi upaya preventif melalui edukasi dan promosi gaya hidup sehat.
Kata kunci: Gaya hidup, pra lansia, hipertensi
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmiah Perawat Manado

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


