THE POTENTIAL OF ORAL SPECIMENS (ORAL SWAB AND BUCCAL SWAB) AS A METHOD FOR DIAGNOSING TUBERCULOSIS IN CHILDREN: A SYSTEMATIC REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.47718/juiperdo.v14i1.100Kata Kunci:
Tuberkulosis, Anak, Oral Swab, Buccal Swab, Diagnosis TuberkulosisAbstrak
Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi masalah kesehatan global karena diagnosisnya sulit ditegakkan akibat gejala yang tidak spesifik, sifat paucibacillary, serta kesulitan memperoleh spesimen sputum yang adekuat. Kondisi tersebut mendorong pengembangan metode diagnostik yang lebih mudah, nyaman, dan dapat diterapkan pada populasi anak. Salah satu metode yang mulai banyak diteliti adalah penggunaan spesimen oral, seperti oral swab dan buccal swab, yang bersifat non-invasif dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan spesimen oral sebagai metode diagnosis tuberkulosis pada anak. Penelitian menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Frontiers, dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan diagnosis TB anak menggunakan spesimen oral. Kriteria inklusi meliputi artikel full text berbahasa Inggris atau Indonesia, dipublikasikan pada tahun 2017–2025, merupakan original research, dan membahas diagnosis tuberkulosis pada anak menggunakan oral swab atau buccal swab. Sebanyak tiga artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil review menunjukkan bahwa spesimen oral mampu mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis menggunakan metode molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Xpert MTB/RIF Ultra. Selain itu, pengambilan spesimen oral lebih mudah dilakukan, bersifat non-invasif, serta lebih nyaman bagi anak dibandingkan metode pengambilan sputum. Spesimen oral berpotensi menjadi alternatif spesimen diagnostik tuberkulosis pada anak, namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metode yang terstandarisasi dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memastikan akurasi serta validitas penggunaannya dalam praktik klinis.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Perawat Manado

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


